Kenapa Si Kecil Menolak Minum ASI Perah?

Kompas.com - 26/03/2012, 07:48 WIB

TANYA : 

Dear Konselor AIMI, saya seorang ibu pekerja meninggalkan bayi 12 jam/hari. Selama ditinggal saya sudah menyiapkan ASIP. Beberapa waktu lalu, bayi saya Harsha (9,5bln) terkena demam 3 hari dan tidak ada gejala lanjutan. Tapi setelah demam, dia jadi enggak mau minum ASIP.. Maunya menyusui langsung. Segala media pemberian ASIP sudah dicoba (dot, gelas, sendok, dll) tapi belum berhasil. Selama ini saya gencarin MPASI dan menyusui langsung di malam hari. Apakah berbahaya bagi bayi saya kalau dia tidak minum ASI siang hari? Saya masih mencari alternatif selain sufor. I desperately need help.. Terimakasih banyak atas jawabannya.

(Dini R Utami, 27, Ciputat)

JAWAB :

Dear ibu Dini

Kami mengenal hal ini dengan menolak menyusu (nursing strike). Menolak menyusu dapat disebabkan oleh beberapa hal,  pascabayi sakit adalah salah satunya. Mungkin ketika bayi sakit, sensori mulutnya menjadi lebih sensitif sehingga menolak menerima ASI perah yang sudah disimpan dalam wadah.

Ketika bayi sakit juga cenderung ingin didekap, merasakan kehangatan dan kenyamanan sehingga ingin selalu dekat dengan ibu, khususnya wilayah dekat payudara.  Maka dari itulah bayi selalu ingin menyusu langsung.

Untuk bayi ibu usianya yang sudah 9,5 bulan, pemberian makanannya adalah ASI ditambah makanan nutrisi berimbang.  Langkah yang ibu lakukan sudah benar yakni dengan memperbanyak dan memvariasikan MPASInya.  Hal itu  menjadikan ibu juga memiliki kesempatan untuk terus mempertahankan produksi dengan memerah selama di kantor.

Ada baiknya pula dicari tahu rasa ASIP setelah disimpan beberapa waktu, dicari tahu cara pengasuh membersihkan wadah dan metode penyimpanan ASIP, dan dicari tahu pendekatan pemberian ASIP melalui media gelas sendok, apakah sudah benar. Kami menyarankan sebaiknya tidak menggunakan dot karena akan membuat bayi bingung puting.

Karena usianya juga sudah  beranjak, maka bisa dicoba menggunakan sippi cup. Disarankan untuk terus memberikan ASIP baik pagi, siang selama ibu bekerja dan tetap menyusui langsung dari payudara selama malam dan selama ibu berada dekat dengan bayinya.

Semangat ya ibu Dini...

Salam ASI! 

Farahdibha

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau